Rabu, 01 September 2010

PELANTIKAN WARDOYO WIJAYA SEBAGAI BUPATI DAN HARYANTO SEBAGAI WAKIL BUPATI MASA JABATAN 2010-2015

Sejak 1 September 2010, H. Wardoyo Wijaya, SH, MH dan Drs. H. Haryanto, MM resmi dan sah menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo masa jabatan 2010-2015. Acara pelantikan pada hari Rabu (1/9/2010) di Graha Satya Praja Kabupaten Sukoharjo pukul 15.00 WIB. Pelantikan bupati dan wakil bupati tersebut dilaksanakan pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Sukoharjo dalam acara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo masa jabatan 2010-2015, serta serah terima jabatan.

Pelaksanaan pelantikan bupati dan wakil bupati oleh Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, dihadiri oleh para anggota dewan, para pejabat, dan tamu undangan yang jumlahnya mencapai ribuan orang. Dalam rangkaian acara pelantikan juga dilaksanakan acara serah terima jabatan dari bupati sebelumnya kepada Bupati Sukoharjo yang baru, H. Wardoyo Wijaya, SH, MH.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Tengah antara lain menyatakan, bupati yang baru dilantik harap melaksanakan program-programnya yang diungkapkan ketika kampanye mencari dukungan rakyat demi kesejahteraan seluruh rakyat Sukoharjo. Sedangkan kepada mantan bupati yang sudah purna tugas, harap legowo.

Usai acara pelantikan bupati dan wakil bupati, dilanjutkan acara Pelantikan dan Serah Terima
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukoharjo masa bhakti 2010-2015, di tempat lain. Ketua Tim Penggerak PKK sebelumnya menyerahkan jabatannya kepada Ketua Tim Penggerak PKK yang baru, yakni Hj. Etty Suryani, B.Sc.



























































































































































































































*****

Kamis, 03 Juni 2010

PILKADA SATU PUTARAN, PASANGAN WARTO MENANG


















Ketua KPU Sukoharjo Kuswanto memastikan pelaksanaan Pilkada di Sukoharjo berlangsung satu putaran. Hal ini berdasarkan perolehan suara sementara, pasangan Warto unggul telak dibandingkan dua pasangan Cabup-Cawabup yang lainnya.

KPU menghentikan proses penghitungan sementara, kemudian akan dilanjutkan besok, Jumat (4/6). Hingga pukul 19.30 WIB berdasarkan hasil penghitungan sementara di KPU Sukoharjo, nomor 1 pasangan Toha-Wahyudi memperoleh 81.350 (20.67%); nomor 2 TBR-Sutarto 119.478 (30,36%) dan nomor3 Wardoyo Wijaya-Haryanto (War-to) 192.770 (48,98%) dari total suara 393.598 atau 59,84 %.
Sumber:
http://www.solopos.com/2010/sukoharjo/proses-penghitungan-dihentikan-kpu-pastikan-pilkada-satu-putaran-24243









































Minggu, 23 Mei 2010

MEGAWATI PERAGAKAN PENCOBLOSAN NOMOR 3 : WARDOYO-HARYANTO

Belasan ribu kader, pendukung, dan simpatisan calon bupati-wakil bupati Sukoharjo Wardoyo-Haryanto (War-To) memadati lapangan Nguter Sukoharjo (23/5). Massa terdiri dari berbagai partai (PDI Perjuangan, PKS, PPP, Hanura, PPRN, Partai Barnas), ormas, dan masyarakat umum pendukung dan calon pemilih War-To, 3 Juni 2010 nanti.

Dalam acara Kampanye Terbuka Calon Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo, Wardoyo-Haryanto (War-To) itu dihadiri Megawati Soekarno Putri (Ketua Umum DPP PDIP Perjuangan), Puan Maharani (Ketua DPP PDI Perjuangan, Hidayat Nur Wahid (Mantan Presiden PKS), Cahyo Kumolo (Sekjen DPP PDI Perjuangan, Murdoko (Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah), dan para tokoh masyarakat pendukung War-To.

Hidayat Nurwahid dalam kesempatan itu menyatakan bahwa War-To dapat menang dalam pemilukada Sukoharjo 3 Juni 2010 nanti apabila seluruh kader dan simpatisan yang hadir bisa mengajak sebanyak-banyaknya masyarakat untuk mencoblos nomor 3.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Puan Maharani menyatakan bahwa rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan hanya untuk Wardoyo-Haryanto. Maka untuk massa PDI Perjuangan, khususnya, dan seluruh kader dan pendukung pada umumnya tanggal 3 Juni nanti mencoblos nomor 3, yakni pasangan War-To. Puan juga menyatakan bahwa satu-satunya calon bupati yang perempuan, sekarang bukan warga PDI Perjuangan, tetapi telah menjadi anggota partai lain.

Di akhir acara kampanye tersebut diperagakan pencoblosan nomor 3, Wardoyo-Haryanto oleh Megawati Soekarnoputri. Megawati berpesan agar warga Sukoharjo pada tanggal 3 Juni 2010 nanti mencoblos nomor 3 (War-To).

Acara yang berlangsung di bawah terik matahari siang itu dimeriahkan penampilan artis ibukota yaitu Pingkan Mambo dan Rio Febrian.
***








































Kamis, 20 Mei 2010

WARDOYO-HARYANTO NOMOR TIGA PILIHAN UTAMA

Pasangan calon bupati/wakil bupati Wardoyo Wijaya dan Haryanto (War-To) mendapat nomor urut tiga. Hal itu menunjukkan bahwa War-To memiliki angka yang besar, angka yang tinggi. Hal itu bisa dibuktikan ketika pasangan War-To mengambil nomor pada penetapan dan pengundian nomor urut yang berlangsung di Graha Satya Praja (GSP), Rabu (12/5), diikuti ribuan pendukungnya.
Para pendukung War-To terdiri dari berbagai kalangan yakni struktural PDIP, relawan, maupun simpatisan dan pendukung dari partai lain. Wardoyo Wijaya usai mendapatkan nomor urut 3 menyatakan bahwa dirinya siap mensosialisasikan kepada masyarakat sejak saat itu juga. Begitu pula, para pendukung War-To langsung menginformasikan nomor 3, yakni nomor War-To kepada masyarakat luas dengan berbagai cara.
War-To mendapatkan nomor 3 (tiga) artinya War-To pilihan utama. War-To pilihan utama masyarakat Sukoharjo menuju perubahan yang lebih baik untuk lima tahun mendatang.
***




Minggu, 11 April 2010

RIBUAN MASSA IRINGI WARDOYO-HARYANTO DAFTAR KE KPU

Ribuan massa mengiringi H. Wardoyo Wijaya, SH, MH dan Drs. H. Haryanto, MM (Warto), Calon Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo menuju kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU). Calon Bupati/Wakil Bupati dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu berangkat dari rumah Wardoyo, Solo Baru, dengan diiringi ribuan massa yang mengendarai berbagai macam kendaraan, antara lain: delman, becak, mobil, dan sepeda motor. Warto mendaftarkan diri ke KPU untuk mengikuti Pilkada Sukoharjo 2010.
Dalam kesempatan itu Wardoyo menyampaikan visi dan misinya sebagai calon Bupati Sukoharjo, antara lain:
1. Sekolah gratis untuk sekolah negeri dan swasta.
2. Berobat gratis untuk warga kurang mampu.
3. Santunan kepada masyarakat yang meninggal dunia minimal Rp 3 juta.
4. Peningkatan pembangunan pedesaan dalam bidang perekonomian dan pengerasan jalan di seluruh wilayah kabupaten Sukoharjo.
Selain itu, dalam program kerja seratus hari, Wardoyo akan mengembalikan Pegawai Negeri Sipil yang "terbuang" di tempat tugas yang jauh, kembali ke tempat tugas yang dekat tempat tinggalnya. (Hal ini akan menghemat biaya transportasi sehari-hari, red.). Pegawai Negeri Sipil juga dikembalikan ke fungsi semula yaitu bekerja secara profesional untuk melayani masyarakat. Pegawai Negeri Sipil akan dibebaskan dari berbagai hal atau kegiatan yang bersifat politik.
Secara umum, proses pendaftaran berjalan lancar, baik selama di kantor KPU atau pun selama perjalanan menuju KPU. Berikut foto-foto sejak mulai dari rumah Wardoyo, iring-iringan dalam perjalanan, dan acara pendaftaran di KPU Sukoharjo.


















































































































































*****

Pengikut